Walikota Pekanbaru, DR Firdaus MT berangkat ke Kanada karena jadi delegasi dalam Asean Waste Mission to Canada.

Walikota Pekanbaru punya agenda empat hari di Kanada yakni 16 hingga 20 September 2019.

“Saya tidak tahu agenda beliau. Kalau sudah diagendakan atau seperti apa,” paparnya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (15/9/2019).

Menurutnya, walikota sebagai pimpinan daerah seharusnya tetap berada di kota.

Ia mestinya hadir di tengah masyarakat dalam kondisi kabut asap seperti ini.

Politisi PKS menyebut seharusnya walikota mengumpulkan para kepala OPD sebelum berangkat.

Ia harus memastikan penanggulangan bencana kabut asap tetap berlangsung optimal.

Apalagi Walikota Pekanbaru tidak terlihat saat rapat bersama Kepala BNPB, Doni Monardo datang, Sabtu (14/9/2019) kemarin.

“Ini kita sayangkan, mestinya kepala daerah hadir dalam rapat itu,” ulasnya.

Hamdani menyebut bahwa Walikota Pekanbaru juga harus memastikan ada penanganan kesehatan optimal terhadap korban terdampak kabut asap.

Ia menilai walikota mestinya menuntaskan penanganan dampak kabut asap.

“Kalau memang harus pergi, ya diselesaikan dulu,” terangnya.

Hamdani juga ingatkan agar puskesmas bisa optimal pelayanan.

“Jangan sampai ada puskesmas tutup, saat masyarakat terdampak kabut asap mau berobat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT kembali melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Kali ini Firdaus bertolak menuju Kanada.

Keberangkatan Firdaus ke Kanada dilakukannya di saat Pekanbaru dikepung asap Karhutla.

Informasi Tribun, Firdaus berangkat ke negara di Amerika Utara itu bersama rombongan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Firdaus menjadi satu delegasi dalam Asean Waste Mission to Canada.

Kabag Humas Setdako Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman menyebut bahwa Walikota Pekanbaru sudah bertolak ke Kanada.

Ia mengklaim bahwa Wali Kota Pekanbaru sudah mendapatkan persetujuan perjalanan dinas luar negeri.

Ada surat persetujuan perjalanan dinas luar negeri dari Kementrian Sekretariat Negara RI. Surat Kementrian Sekretariat Negara RI tertanggal 12 September 2019 lalu.

Surat itu menyatakan bahwa pemrrintah menyetujui perjalanan dinas luar negeri itu. Perjalanan tersebut untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintah.

“Wali Kota Pekanbaru juga sudah menghubungi kedubes atau perwakilan RI di Kanada untuk menyamapaikan agenda ini,” terang Irba, Minggu (15/9/2019) sore.

Menurutnya, keberangkatan ini setelah mendapat ajakan resmi dari Kementrian ESDM RI. Firdaus pun ikut dalam pemaparan kesiapan pengolahan sampah daerah bersama Kementrian Kordinator Maritim RI.

“Jadi kunjungan ini menindaklanjuti hasil rapat kordinasi terkait perkembangan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik,” paparnya.

Irba menegaskan bahwa agenda keberangkatan ini sudah dirancang sejak bulan lalu. Firdaus datang sebagai delegasi mewakili daerah yant siap mengelola sampah menjadi energi.

Ajang Asean Waste Mission to Canada berlangsung pada 16 September 2019 hingga 20 September 2019.

Ajang ini digelar untuk menjalin hubungan bisnis dengan penyedia teknologi, pengembang dan kontraktor pengolahan sampah di Kanada.

Kegiartan ini adalah hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Kanada dengan beberapa negara ASEAN yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam dan Indonesia.

Ada rangkaian kegiatan dalam kunjungan lapangan, seminar hingga pertemuan business to business.

Agenda berlangsung di sejumlah kota yakni Toronto, Montreal dan Vancouver.

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Akui Tak Tahu Agenda Wali Kota ke Kanada Saat Kabut Asap di Pekanbaru, Ini Tanggapan Ketua DPRD Kota, https://pekanbaru.tribunnews.com/2019/09/15/akui-tak-tahu-agenda-wali-kota-ke-kanada-saat-kabut-asap-di-pekanbaru-ini-tanggapan-ketua-dprd-kota?page=4.
Penulis: Fernando
Editor: Ariestia