Warga RW 04 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru mengeluhkan pemukiman mereka rawan banjir.

Air kerap menggenangi sejumlah kawasan di kelurahan itu saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ketua RT 3/RW 4 Kelurahan Wonorejo, Bambang Suryadi mengatakan, permasalahan ini sudah berlangsung lama. Sehingga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.

Bambang menyampaikan persoalan itu dalam reses perdana Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani, Sabtu (9/11/2019) sore.

Ratusan masyarakat memadati reses yang berlangsung di lapangan Jalan Rambai. “Ini masalah klasik memang. Tapi kami berharap ada solusi banjir di kawasan ini,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani menegaskan bahwa dirinya siap menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat. Apalagi kehadirannya untuk menjaring aspirasi dari masyarakat.

Hamdani berupaya agar seluruh masukan dari masyarakat bisa ditindaklanjuti. Satu di antaranya tentang penanganan masalah banjir.

Ia berupaya menjaring masukan tersebut dan kordinasi dengan dinas terkait. Apalagi penanganan banjir menjadi prioritas

Apalagi usulan penanganan banjir juga sudah disampaikan warga berulang kali pada musrenbang. “Kita berupaya agar penanganan banjir bisa terealisasi,” terangnya.

Politisi PKS ini berupaya agar penanganan banjir di Kelurahan Wonorejo bisa masuk dalam APBD perubahan tahun 2020 mendatang.

Anggaran tersebut nantinya untuk perbaikan drainase menuju anak Sungai Sail. “Kita juga berupaya benahi drainase di kelurahan ini secara bertahap,” ujarnya.

Hamdani dalam pertemuan itu juga sempat berdialog dengan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan.

“Nantinya lurah juga bisa menggalakkan warga untuk gotong-royong, agar kawasan kita bebas banjir,” terangnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Warga Keluhkan Masalah Banjir, Ketua DPRD Pekanbaru Gelar Reses Perdana, https://pekanbaru.tribunnews.com/2019/11/10/warga-keluhkan-masalah-banjir-ketua-dprd-pekanbaru-gelar-reses-perdana.
Penulis: Fernando
Editor: ihsan